EO Konser Mahabrata di GWK Menipu Penonton

by Yuka Chan

ImadeNews, Badung – Minggu (5/10) malam ribuan penggemar film Bollywood Mahabrata merasa ditipu oleh Event Organizer (EO) konser pemeran serial Mahabrata di Garuda Wisnu Kencana (GWK) .

Lebih dari 10.000 penggemar Artis Bollywood Mahabrata mengungkapkan kekecewaannya kepada panitia penyelenggara konser pemeran serial Mahabrata, ini di GWK. Pasalnya, selain banyak scurity GWK yang menjual tiket gelap dengan harga murah.

Selain itu, penonton yang membeli tiket di loket dari harga Rp300 ribu ke atas sama sekali tidak melihat aksi dan penampilan dari ketujuh pemeran Mahabrata tersebut. Akibatnya, ribuan penonton mengeluh dan memilih keluar lokasi konser karena hanya diberikan kesempatan melihat lewat layar tancap.

“Memangnya kita ini mau nonton layar tancap apa ini. Panitia penyelenggara harusnya menjelaskan untuk harga tiket yang saya beli hanya bisa lewat layar tancap. Ini penipuan namanya,” ucap salah seorang penonton, Kadek Artini kepada awak media, Senin 6 Oktober 2014.

Menurutnya, akibat permainan pihak scurity GWK yang menjual tiket palsu, sejumlah pembeli tiket lainnya bahkan sempat ada yang teriak histeris, lantaran tidak bisa masuk karena lokasi aara sudah overload,

“Acara apaan ini tidak profesional. Ini kebohongan. Saya beli tiket dari awal, tapi masuk saja tidak bisa. Dasar penipu,” ungkap penonton lainnya.

EO Usir Wartawan 

Selain dikeluhkan para penonton penggemar Mahabharata yang merasaditipu, konser pemeran Mahabharata di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Jimbaran juga diprotes sejumlah wartawan yang diusir oleh panitia saat mereka hendak liputan. Parahnya, pengusiran awak media yang bertugas ini justru dengan cara melibatkan petugas polisi.

Acara meet and great pemeran Mahabharata di Garuda Wisnu Kencana (GWK) meninggalkan perlakuan tak mengenakkan bagi awak jurnalis yang akan melakukan peliputan. Mereka diusir dari lokasi acara. Peristiwa pengusiran wartawan oleh even organizer (EO) penyelenggara terjadi saat tamu undangan menikmati santap malam.

Menurut wartawan online dari viva news.com dan liputan6.com serta media cetak lokal lainnya menuturkan jika mereka diusir bak penjahat oleh seorang perempuan dari E0 Party Corner mendatangi salah seorang wartawan dan menanyakan identitasnya.

“Saya ditanya dari mana? Ada tiket masuknya tidak?. Saya jelaskan sama panitia kalau kami media hanya untuk tugas liputan. Kenapa harus beli tiket, tapi tanpa penjelasan apa-apa langsung panggil polisi dan teriak untuk seret kami keluar,” kata Bobby salah satu media online nasional kepada awak media, Senin 6 Oktober 2014.

Merasa ditanya demikian, ia menjelaskan kepada pihak panitia jika ia datang untuk melakukan tugas jurnalistik, tidak hendak mengikuti acara meet and great. “Saya jelaskan jika saya wartawan hanya ingin melakukan peliputan. Tiket itu kan untuk tamu undangan,” ungkap Bobby.

Namun, bukannya senang acaranya diliput, panitia penyelenggara itu justru merasa tak senang. Dia lalu meminta polisi untuk mengusir wartawan tersebut lantaran tak memiliki tiket. “Tolong pak itu dia tidak punya tiket. Suruh keluar pak,” pinta panitia tadi seperti ditirukan Bobby.

Akhirnya ia dan beberapa rekan media online nasional lainnya memilih meninggalkan lokasi acara. Bobby menyesalkan tindakan pengusiran tersebut. Apalagi, sebelumnya saat menggelar konferensi pers di Hotel Westin Nusa Dua, disampaikan jika ID Card peliputan acara tersebut bisa diambil lokasi acara di GWK.

Namun, lantaran ketidakprofesionalan EO penyelenggara, sejumlah wartawan tak mendapatkan ID peliputan. Beruntung mereka bisa masuk setelah melobi pihak pengelola GWK. “Setelah meminta mengusir wartawan, polisi juga menarik-narik dan mendorong saya untuk keluar dari lokasi acara,” ungkap Bobby.

Sementara itu, Ari, wartawan media online lainnya juga bernasib sama juga menuturkan, EO Party Corner semestinya memfasilitasi kebutuhan wartawan. “Kami hanya meminta diberi akses peliputan, itu saja. Mestinya panitia memfasilitasi kami dan bersyukur acaranya dipublikasikan, bukan malah mengusir,” jelasnya.

Menurutnya, sukses acara tersebut tak lepas dari pemberitaan media jauh hari sebelum pertemuan malam itu digelar. “Kami sudah mempublikasikan acara ini sejak lama. Tapi begitu pelaksanaan, malah diusir. Mestinya mereka bersyukur diliput, kalau tidak diberitakan sebelumnya apa masyarakat tahu tentang acara ini?” Ucap Ari geram.

Terkait kekecewaan penonton dan sejumlah wartawan yang meliput, hingga kini pihak penyelenggara dari Gellery Kohinoor selaku E0 acara ini belum memberikan keterangan. Sampai saat ini, klarifikasi juga belum ada dari Pia Buksh selaku E0 Party Corner yang mengaku ikut dalam pagelaran yang penuh kontroversial ini.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More