Anggota TNI AD Tewas Disambar Petir Jembrana

by imadenews
Anggota TNI AD Tewas Tersambar Petir Di Jembrana
Anggota TNI AD Tewas Tersambar Petir Di Jembrana

Anggota TNI AD Tewas Tersambar Petir Di Jembrana

Negara, Jembrana – Anggota TNI AD Tewas Disambar Petir di jembrana. Anggota  yang bertugas di Batalion Infanteri 900/Raider, Kompi Senapan (Kipan C) Jembrana, Kopda Rens Gulue (34), Rabu (19/11) kemarin tewas akibat disambar petir di Desa Delod Berawah, tepatnya di depan salah satu kafe atau warung remang-remang. Korban yang asal Sulawesi ini meninggal dunia lantaran tubuhnya mengalami luka bakar yang sangat parah.
Informasi yang dihimpun, sebelum bencana terjadi, Kopda Rens sekitar pukul 05.00 mengantar adiknya ke Bandara Ngurah Rai, Tuban, menggunakan mobil sewaan, Toyota Avanza warna hitam nopol DK 1315 WA, yang dikemudikan Irwandi (27). Kemudian sepulang dari bandara, Kopda Rens bermaksud kembali ke kesatuannya. Setibanya di perempatan Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo, sekitar pukul 14.00, anggota TNI itu minta sopir supaya berbelok ke selatan menuju pesisir Delod Berawah, Mendoyo.

Kopda Rens saat itu bermaksud belajar nyetir mobil. Namun di tengah perjalanan, tepatnya di depan salah satu kafe, mobil yang ditumpanginya mogok lantaran kehabisan bensin. Begitu mengetahui mobil yang ditumpanginya kehabisan bensin, Kompda Rens lalu meminjam motor salah seorang warga setempat guna membeli bensin tak jauh dari tempat mobilnya mogok atau di warung/kios milik Putu Arsana, warga Delod Berawah, Mendoyo.

Menurut saksi mata, setelah membeli bensin, Kopda Rens langsung mengisi tangki mobilnya. Bersamaan dengan itu hujan turun gerimis dan sesekali terdengar geledek. Saat itulah tiba-tiba petir menyambar dan geledek menggelegar, sehingga korban terkapar di tanah. Akibat disambar petir, Kopda Rens kemudian tidak sadarkan diri, sehingga segera dilarikan ke RSUD Negara oleh Muklasin, warga setempat. Ketika dilarikan ke rumah sakit, korban masih bernapas. Namun di tengah perjalanan, korban akhirnya meninggal dunia.

Saat kejadian, menurut saksi, korban berpakaian preman dengan mengenakan celana jeans panjang, baju kaos warna biru, serta mengenakan jaket loreng, namun dikenakan terbalik. Pada baju serta celana korban tampak banyak robek karena luka bakar. Luka bakar paling serius terlihat pada badan korban.

Tak hanya Kopda Rens, sopir mobil sewaan tersebut, menurut saksi mata, juga kena imbas sambaran petir hingga tidak sadarkan diri. Tapi Perbekel Delod Berawah Made Rentana memberikan keterangan berbeda. Menurut dia, musibah tersebut terjadi tepat di depan kios bensin milik Putu Arsana sekitar 50 meter arah selatan Pura Dalem Desa Delod Berawah. Kopda Rens disebutkan, disambar petir saat dia mengisi bensin ke dalam motornya tepat di depan kios. Akibat kejadian tersebut, menurut Rentana, pemilik kios bensin Putu Arsana juga kena imbas, sehingga syok dan sempat ambruk. Namun Putu Arsana akhirnya mampu berdiri sendiri.

Sedangkan Danki Kompi C Kapten Danang mengatakan bahwa anggotanya yang tewas disambar petir itu, semasa hidupnya dikenal baik dan disiplin dalam bertugas. Kopda Rens selama ini tinggal di asrama bersama istri dan ketiga anaknya. Tapi Kapten Danang mengelak memberikan keterangan lebih rinci mengenai anggotanya yang tewas kena musibah itu.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More