Home Berita Arist Merdeka Sirait Datangi Jembrana Minta Korban Pencabulan Guru tetap Sekolah

Arist Merdeka Sirait Datangi Jembrana Minta Korban Pencabulan Guru tetap Sekolah

by imadenews
Arist_Merdeka_Sirait_di_Polres_Jembrana

Imadenews.com- Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Indonesia Arist Merdeka Sirait dan Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Anak (PA), Naumi didampingi mengunjungi Polres Jembrana, Jumat (16/10/2015). Mereka diterima oleh Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo dan Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra.Arist_Merdeka_Sirait_di_Polres_Jembrana

Kedatangan mereka ke Polres Jembrana guna bertemu dengan LV (15), siswi kelas IX SMPN 6 Negara yang menjadi korban pencabulan Gede Joni In Wahyudi (37), guru bahasa Inggris korban yang sudah memiliki istri dan tiga anak.

Arist dan rombongan dalam kesempatan tersebut juga bertemu dengan dengan kedua orang tua korban dan bertemu dengan tersangka pencabulan Gede Joni In Wahyudi, yang juga seorang pembina pramuka di sekolahnnya.

“Saya dapat informasi kalau di Jembrana ada oknum guru yang menyetubuhi salah satu siswinya. Makanya saya datang ke Jembrana untuk mengecek kondisi korban. apalagi informasinya korban malu ke sekolah,” terang Arist Merdeka Sirait, Jumat (16/10).

Menurutnya, korban harus tetap bersekolah, apalagi kejadian tersebut bukan kesalahan korban, melainkan kesalahan orang dewasa. Apalagi menurut Arist dari pengakuan korban, kalau pelaku terkesan memaksa korban agar menuruti segara permintaannya dengan iming-iming nilai bagus dan barang berharga.

“Jadikan ini sebuah pelajaran untuk ke depannya dalam bergaul dan harus tetap bersemangat bersekolah karena masa depan masih panjang,” ujar Arist.

Sementara kepada tersangka Merdeka Sirait mengharapkan agar perbuatan tersebut tidak diulangi lagi, apalagi karir dan keluarga menjadi taruhannya. Menurut Arist, seharusnnya sebagai seorang guru bisa menjadi panutan yang baik buat anak didiknya dan bisa menjadikan anak didiknya sebagai remaja yang bermoral dan berhaklak baik. Bukan sebaliknya malah menghancurkan masa depan anak didiknya.

Kepada wartawan, Arist mengatakan Jembrana kini sudah masuk dalam kondisi darurat kejahatan seksual karena peningkatan prilaku seksual yang menyimpang. Banyak anak-anak dijadikan alat pemuas kebutuhan seks para predator.

“Yang membuat saya miris, oknum guru itu sampai sengaja menyewa tempat kos untuk melakukan perbuatannya. Saya harapkan penegakan hukum bisa menghentikan tindakan/prilaku seperti itu,” harap Arist Merdeka Sirait di Polres Jembrana.

Program-program pencegahan perlu dilakukan ke sekolah-sekolah. Pihaknya sangat mendukung aparat-aparat kepolisian dalam penegakan hukum. Diharapkan pula peran pemerintah daerah (pemkab) untuk lebih maksimal dalam melakukan berbagai program pencegahan terjadinya kejahatan seksual, HIV/AIDS dan kekerasan pada anak.(MD1)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More