Jadwal Makepung Jembrana Tahun 2019

by imadenews
Makepung Lampit Jembrana - Resti Wulan Dari

Kawasan Bali Barat atau Kabupaten Jembrana masih memiliki atraksi serta tradisi unik yang dinamakan Makepung, atau disebut juga balapan kerbau. Tempat lainnya balapan seperti ini tapi menggunakan sapi juga diadakan di wilayah Buleleng dikenal dengan nama sapi Gerumbungan , sedangkan di Madura bernama Karapan Sapi. Begitu populernya atraksi tersebut di Jembrana sehingga wilayah Kabupaten ini dikenal juga dengan Bumi Makepung.

Rutinitas atau acara tahunan, bisa menjadi agenda wisata yang sangat menarik bagi wisatawan, begitu juga membuat para petani memilih kerbau-kerbau unggulan, memelihara dan memperlakukan mereka berbeda dan khusus seperti seorang atlit, selain kerbau digunakan sebagai hewan pekerja dalam membajak sawah, Kerbau pilihan juga bisa untuk pacuan.

Nah, Untuk ditahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama dinas Pariwisata dan kebudayaan Jembrana kembali menggelar tournamen makepung. Dimulai dari bulan Juli sampai September 2018 mendatang. Untuk Jadwal bisa dilihat dibawah ini..,

Makepung sendiri dalam bahasa Bali berarti berkejar-kejaran, tradisi ini sudah berkembang di Kabupaten Jembrana dari tahun 1930-an, berkembang lestari serta mendarah daging sampai sekarang. Sebuah tanda bahwa penduduknya selalu lekat dengan budaya agraris.

Awal perkembangannya pada saat mereka bersantai setelah selesai bergotong royong menyelesaikan pekerjaanya membajak sawah, secara iseng mereka mencoba mengadu kerbaunya untuk berpacu untuk menarik bajak di atas persawahan penuh lumpur, oleh teman-teman lainnya ini menjadi tontonan menarik dan mulai banyak yang ikut.

Dalam pacuan ini memang dibutuhkan nyali besar, karena resikonya tinggi bagaimana kepiawaian seorang joki melecut hewan pacuannya serta menjaga keseimbangan agar tidak terhempas. Sebelum memulai pertandingan, ritualpun diadakan, agar mengurangi gangguan dari hal-hal negatif dan semuanya bisa berjalan lancar.

Dalam pacuan, sais tidak menggunakan cambuk biasa, tapi menggunakan cambuk paku dalam melecut kerbaunya, terlihat sedikit ekstrim, namun konon penyembuhan akan lebih cepat menggunakan pecut paku tersebut ketimbang yang biasa.

Penentuan pemenang tentu siapa yang terdepan, namun disini ada aturan berbeda, harus mampu juga menjaga jarak dengan peserta yang berada dibelakangnya sampai 10 meter, jika ternyata peserta yang dibelakangnya bisa mempersempit jarak hingga kurang dari 10 meter, maka peserta dibelakangnya tersebut layak sebagai pemenang.

Sungguh unik memang tradisi Makepung ini. Keragaman ini menjadi aset penting bagi pariwisata di Bali, oleh sebab itu patut dilestarikan serta perlu adanya aturan-aturan ketat agar hewan-hewan tersebut tidak merasa tersakiti.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More