JEMBRANA, Jadi Pilot Project Kota Hijau Di BALI

by imadenews
JEMBRANA, Jadi Pilot Project Kota Hijau Di BALI
Jembrana_Kota_Hijau_yifxah

JEMBRANA, Jadi Pilot Project Kota Hijau Di BALI

Jembrana, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menetapkan 30 kabupaten/kota di Indonesia sebagai pilot project Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). Dari 30 kabupaten/kota tersebut, Jembrana menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Bali yang dipilih pusat untuk pelaksanaan P2KH tersebut.  Penetapan Jembrana sebagai pelaksana program ini, ditandai dengan penandatanganan Piagam Komitmen Kota Hijau oleh Bupati Jembrana I Putu Artha yang disaksikan oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Imam S. Ernawi, Kamis (6/11) di Gedung Sumber Daya Alam dan Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jakarta.

Dipilihnya 30 kabupaten/kota termasuk Jembrana sebagai daerah pelaksana Kota Hijau menurut Dirjen Cipta Karya Imam S. Ernawi, tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten untuk menjaga kelestarian lingkungan dan secara serius melaksanakan program ruang terbuka hijau. Selain itu menurut Dirjen, penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah juga menjadi acuan dalam penentuan kabupaten/kota yang dipilih. Jembrana sebagai bagian dari Bali telah menetapkan RTRWnya lebih awal dari daerah lain. Pelaksanaan P2KH sejatinya sudah dimulai sejak tahun 2001. Saat ini pelaksanaannya merupakan tahap yang kedua (2015-2018). Dirjen berharap program kota hijau dapat merangsang peran aktif pemerintah daerah, masyarakat dan swasta dalam menata ruang yang berkelanjutan. “ P2KH tahap dua ini menjadi momentum untuk menata ruang kota yang berkelanjutan guna mewujudkan kota yang hijau “ kata Dirjen.
Sementara itu Bupati Jembrana I Putu Artha mengungkapkan, sejak awal Jembrana memang telah berkomitmen untuk membangun ruang terbuka hijau, dan itu sudah terbukti dengan perbaikan lapangan umum yang kita inovasikan tidak saja untuk olahraga sepak bola tetapi juga untuk pertamanan dan ruang publik lainnya. Selain bermanfaat untuk olahraga juga untuk rekreasi dan memiliki nilai ekonomi. “ Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian PU dan Perumahan Rakyat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami (Jembrana) sebagai satu-satunya daerah di Bali sebagain pelaksana Kota Hijau “ kata Artha.

Ia berharap Pemerintah Pusat khususnya Kementeria PUPR memberikan dukungan dan perhatian kepada Jembrana, karena Jembrana sendiri tidak akan mungkin membangun dengan PAD sendiri tanpa bantuan pemerintah pusat. “ Seluruh komponen masyarakat di Jembrana termasuk sector swasta supaya bersama-sama ikut serta secara aktif mensukseskan program kota hijau ini “ pungkasnya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More