Menyelami Makna Pengorbanan Kaum Muslimin

by imadenews
Menyelami Makna Pengorbanan Kaum Muslimin

Pengorbanan adalah kata penuh makna. Darinya lahir banyak kebaikan dan tumbuh tunas penuh harapan. Tentunya pengorbanan di jalan yang memang diridhai Allah.

Pengorbanan tak kenal kata henti. Pengorbanan menjadi hal yang niscaya dalam kehidupan. Pengorbanan menuntut apa pun dari diri kita. Tak satu pun orang di dunia ini, melainkan pernah melakukan pengorbanan. Seorang ibu mengorbankan dirinya bahkan nyawanya ketika mengandung dan melahirkan anaknya. Seorang ayah mengorbankan waktu dan tenaganya untuk mencari nafkah demi keluarganya. Seorang anak bisa jadi mengorbankan keinginannya demi orang tuanya. Selalu ada pengorbanan di setiap tempat dan di setiap waktu.

Memang apapun yang dilakukan manusia demi mendapatkan sesuatu, bisa dikatakan sebagai pengorbanan. Tapi pengorbanan seperti apakah yang diinginkan Islam dari umatnya ? Pengorbanan macam apakah yang diharapkan Allah ada pada kita kaum muslimin ?

Firman Allah dalam Surah Al-An’am ayat 162-163 :

“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb Seluruh Alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).”

Ayat ini mengingatkan kita akan hakekat penciptaan manusia, bahwa mereka diciptakan hanya untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan, yang diibadati, ilah yang disembah, yang dimintai pertolongan, yang menjadi tempat bergantung, yang dimintai jalan keluar, dsb. Seluruh yang dilakukannya berada dalam koridor ibadah kepada-Nya, bukan untuk selain-Nya yang cuma makhluk ciptaan-Nya.

Maka, pengorbanan yang diharapkan dari kita adalah pengorbanan seutuhnya, yang tidak terbagi-bagi, yang mutlak ditujukan kepada Allah, yang sempurna, yang penuh kecintaan, sehingga darinya turunlah kecintaan dan keridhaan Allah kepada kita. Apapun yang kita lakukan, baik sholat, ibadah, bahkan ruh kehidupan kita, diniatkan untuk Allah semata. Dan apapun yang kita miliki, kita persembahkan hanya untuk Allah dan di jalan Allah, baik waktu, tenaga, harta, panca indra kta, dll. Sehingga tak ada waktu terbuang sia-sia, atau panca indra yang digunakan diluar tuntunan agama.

Tidaklah mengherankan melihat perilaku seorang mukmin yang mampu menyelami makna pengorbanan, karena perbuatannya selalu dalam tuntunan agama, usianya menjadi berkah, dan harta serta apapun yang dimilikinya selalu mendatangkan manfaat bagi orang banyak. Ia tak pernah perhitungan dengan apa-apa (pengorbanan) yang sudah ia keluarkan demi kebaikan dan agama ini. Ia tak pernah ragu mengeluarkan (mengorbankan) apa-apa yang dituntut dari agama ini. Dan ia tak pernah menyesal dengan apapun (pengorbanan) yang dilakukannya.

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang mampu dan berani berkorban, sehingga dapat menggapai cinta dan keridhoan Allah SWT. Aamiin.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More